Forum Komunitas Driver Ngawi Ramah

Saturday, 22 September 2018

Order Fiktif Sudah Meresahkan Mitra Grab diwilayah Kabupaten Ngawi

Masalah Order Fiktif(opik) tidak kunjung selesai, masalah ini masih sering terjadi diwilayah kami. Artikel ini saya lanutkan besok karena sudah ngantuk brooo... Selamat Malam Salam Satu Aspal.
Share:

Order Fiktif Jadi Alasan Grab Suspen Mitra Pengemudi

Grab Indonesia memiliki kode etik yang harus ditaati oleh semua mitra pengemudinya. Kode etik selayaknya diketahui mitra karena sebelum bergabung dengan Grab, mitra diberitahukan di awal terkait dengan isinya.

Pembuatan kode etik menjadi salah cara Grab untuk menjaga kualitas dan keamanan layanan baik ditujukan kepada pelanggan dan mitra pengemudi. Karena ada keterkaitan kode etik dengan mitra pengemudi, makanya bagi mitra yang melanggan kode etik dapat dikenai sanksi hingga suspen akun driver.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata sedikit mengungkap alasan suspen kepada mitra pengemudi. Menurut dia, Grab mendapati bahwa ada alat yang digunakan mitra yang membuat order menjadi fiktif. Atau dalam bahasa di kalangan driver opik (order fiktif).

"Misalnya order dilakukan sering di-cancel. Driver tidak menghiraukan, ini membuat teman mitra dirugikan karena ketika dapat order ini langsung di-cancel. Ini hal yang merugikan penumpang dan mitra," tuturnya di Kantor Grab, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Menurutnya, pelanggaran seperti ini sudah diberitahukan kepada mitra dari awal bahwa pelanggaran merugikan mitra dan juga penumpang. Tidak hanya itu, di kesehariannya, Grab pun kerap mengingatkan mitra melalui pesan dan bahkan untuk yang sudah terkena suspen dilakukan retraining supaya bisa kembali bermitra dengan Grab.

"Kita itu melayani jutaan pelanggan dan melayani tiap hari. Puluhan ribu bahkan ratusan mitra tergabung dengan Grab. Sehingga penting jaga kesetaraan utamanya pada mitra pengemudi yang bekerja jujur, baik dengan kualitas pelayanan tinggi," pungkasnya.
Share:

Pesanan Ojek Online Sering Bermasalah, Grab Langsung Berbenah

Pernahkan Anda memesan layanan ride sharingseperti Grab dan Go-Jek, lalu yang datang malah tiga hingga lima pengemudi? Bila iya, Anda ternyata tidak sendiri, banyak pengguna lainnya juga mengalami masalah yang sama.

Meski sejumlah update aplikasi digelontorkan oleh penyedia layanan ride sharing, nyatanya para pengguna masih menemukan masalah yang sama, mulai dari crash hingga persoalan lainnya.

Menurut Group Product Manager Grab Joel Yarbrough masalah yang dialami pengguna tidak sepenuhnya karena aplikasi. Untuk masalah pengemudi datang lebih dari satu, bisa disebabkan karena jaringan.

"Bisa saja karena jaringan data tidak stabil. Tapi kami terus mengupayakan perbaikan terus menerus," kata Yarbrough.

Mengenai masalah aplikasi yang tidak dapat diakses karena kemampuan server yang terbatas. Pihak Grab mengklaim hal tersebut tidak akan terjadi. Sebab mereka telah memiliki infrastruktur yang mumpuni.

"Kami menggunakan platform dari Amazon, mulai database hingga business intelligence. Sehingga ketika ada lonjakan data pengguna, tidak akan ada masalah," ungkap.

Sebelumnya diberitakan, Grab memperbarui aplikasinya bersamaan dengan rebranding. Mereka tak lagi menggunakan nama GrabTaxi, cukup Grab saja. Aplikasi ini dijanjikan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

"Aplikasi Grab memiliki tampilan baru dan mudah digunakan. Ini sebagai upaya kami untuk meningkatkan pengalaman penggunaan. Lebih sederhana, cukup dua kali klik untuk memesan kendaraan," ungkap Tan Hooi Ling, Co-Founder Grab dalam peluncuran di Singapura.

Adapun sesi peningkatannya, Grab melakukan optimalisasi personalisasi lokasi dan pelacakan pengemudi. Untuk pembayaran, tersedia GrabPay yang dapat mendukung lebih dari satu kartu kredit.

Fitur terbaru sendiri terdapat auto-retry yang mempercepat pemesanan ulang ketika penumpang belum mendapatkan alokasi kendaraan. Sehingga pengguna tidak perlu mengulang proses pemesanan secara manual.

Lalu ada GrabWork, fitur ini dihadirkan untuk melayani kebutuhan bisnis. Pengguna dapat mengunduh pernyataan pengeluaran bisnis dan personal yang terkonsolidasi untuk kepentingan proses klaim.

Terakhir fitur Flash, hanya dengan sentuhan satu tombol, fitur Flash akan bantu pengguna mencari seluruh taksi dan GrabCar yang terdekat. Sayang fitur satu ini belum tersedia di Indonesia.
Share:

Anis Tertibkan Ojol Grab Menanggapi



Grab menanggapi rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanyang akan menertibkan ojek online di pinggir jalan raya.

Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia mengungkapkan pihaknya akan mendukung inisiatif Gubernur, salah satunya dengan menyediakan shelter driver.

"Kami mendukung inisiatif Pak Anies dan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menyediakan lahan parkir bagi pengemudi ojek online," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/7).

Maka dari itu, Grab telah menyiapkan shelter sejak awal beroperasi karena kebutuhan akan lahan parkir dan tempat istirahat bagi para mitra pengemudi."Sehingga kami pun membangun sejumlah shelter secara  bertahap," tambahnya.

Tri menambahkan seluruh shelter ini juga merupakan bagian dari kerja sama dengan mal-mal, pemilik gedung serta stasiun kereta api di Jakarta. "Kami juga telah menyediakan GrabBike Lounge yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, dengan berbagai fasilitas," tambahnya.

Tri menjelaskan dalam waktu dekat, Grab akan membangun satu GrabBike Lounge tambahan yang akan berlokasi di wilayah Jakarta.

Sebelumnya, Anies berencana memanggil perusahaan atau pengelola ojek online (ojol) ka Balai Kota karena keberadaan ojol dianggap telah menyebabkan kemacetan saat menunggu penumpang atau mengetem di pinggir jalan.

"Nanti kita panggilin semuanya, Dishub sudah berapa kali komunikasi," kata Anies di kawasan Sudirman, Minggu (22/7).

Menurut Anies, sistem ojol yang menjemput setiap penumpang justru menyebabkan kemacetan karena jumlahnya yang begitu banyak. Anies pun meminta para pengelola ojol untuk mulai memikirkan tentang tempat transit yang bisa digunakan oleh driver ojol untuk menunggu para penumpang.

Dengan tempat transit tersebut, kata Anies, maka driver ojol tidak akan lagi menunggu penumpang di pinggir-pinggir jalan raya.

"Tempat-tempat untuk transit, untuk penjemputan, karena kalau seperti ini (menunggu di pinggir jalan) terus akan menimbulkan masalah terus," tuturnya.

Sumber : CNNindonesia
Share:

Buletin

Buletin Hari ini Sabtu 22 september 2018
Share:

Order Driver Untuk ojek, Kurir, Food, dan Belanja

Order Driver Untuk ojek, Kurir, Food, dan Belanja

Silahkan Hubungi Kamii Via Chat Di bawah atau hubungi kami Via Wa dengan cara klik Chat Via WA :

Share:

Selamat Malam Para Driver Salam Satu Aspal


Selamat Malam Salam Satu Aspal
Ini tulisan pertama dari admin, mohon saran dan masukan untuk semua rekan Driver se ngawi.
Silahkan gunakan Ruang Komentar dibawah 
Share:

Terbaru


Contact

Email : krisservicengawi@gmail.com